Hola, my vicious friends, whoever you are, but you just stumble upon this magnificent blog of us. Us? Yeah, jamak. Blog ini bisa dikatakan sebagai blog keroyokan, kalau memang ngebet, boleh menyebut ini sebagai diari kami berdua. Kami, saya Cubung Hanito, dan rekanan, partner, lover saya, Imaniar “Nanda” Permana, punya ide sedikit sweet tentang bagaimana mengakomodasikan sebuah hubungan jarak jauh, yaitu blog, rada mustahil kalau harus mengirim diari tiap sebulan sekali, disamping nggak efektif, tulisan tangan saya kayak ayam dicakar, kasihan dia nanti bacanya.
Oh yea, jarak jauh, kita ngambil metode hubungan LDR,
Sedikit tentang titel blog, belum resmi sih, tapi nama ini, Pitiful Clover, hanya comotan sekedar colong dari pecahan kecil diri kami berdua. Pitiful, trademark saya yang rada suram sendu mendurja, sering dibilang mengasihani diri sendiri sampai saya frustasi (pas SMA) akhirnya masa bodo dan pake kata tersebut. Sementara Clover? Ah, itu Nanda aja yang punya fetish tersendiri sama tumbuhan menjalar itu, selebihnya, biar dia yang njelasin. Digabung dan voila, jadilah.
Soal jadi menjadi…
Kami resmi jadian belum lama kok, kenalan juga sama aja, seumur kecoak. Tapi kami yakin kalau kami saling sudi menukar sayang, dan saya punya setitik perasaan yakin bahwa ini bukan sekedar anget-anget teh manis baru selesai dijerang. *uhuk* sekedar gladi resik grand opening, sekapur sirih tulis kemiri, saya mau coba ngenalin diri kami dengan cara saya, karena saya nggak total kenal lover saya, lalu siapa tau dia mau ngenalin diri dengan caranya sendiri.
Saya? Atau mungkin, ehem, enakan pakek ‘gue’ deh kalau ngeblog. Okeh.. gue? Cubung Hanito, 21 tahun kurang dikit, menetap sementara di Bandung, perawakan tinggi besar bermuka sangar bagai preman tanah abang, tapi berhati lembut bak pastur baru dikebiri. Nggak ganteng tapi syukur banyak yang naksir *siapaaaaa?? :((*, pragmatis melankolis koleris, bergolongan darah A perfeksionis najis, kadang sinis, tapi nggak jarang bikin miris dengan sifat impulsifnya yang luar biasa kinyis-kinyis. Sangat sayang dengan lovernya, saking sayangnya sampai bisa melantunkan kata terlarang dengan lantang menantang, “saya cinta kamuu~”
Cinta siapa?
Nanda, Imaniar Permana, rondo girangku :3, si barista imut manis legit, si cantik yang saya nggak pernah bisa lepas ngeliat wajahnya, kurus papan kutilang dara tapi selalu ingin saya peluk kemana-mana. 25 tahun, tinggal di Surabaya. Dan kalau ada yang berani-berani bilang saya ini berondongnya.. err… anda tepat *dang*. 25 bukan cuma sekedar angka, dia banyak loh ngajarin gue hal-hal baru, dia lebih mateng pola pikirnya, lebih komunikatif, lebih bisa menyampaikan pendapat sesuai maksudnya, tapi tetep, kalau manja-manjaan saya yang ngemong :3 iya dong. And the bottom line is, I love her. Dot.
Lalu disinilah kita, berusaha menuliskan segala hal yang kami rasakan, keluh kesah, rasa sayang yang nggak tertahankan, rasa marah yang nggak tertampung, kangen tanpa pelampiasan, rindu menggebu, nafs—ups, sensor—pokoknya itulah, disini di blog ini. Kata langgeng saya amini, kata konsisten saya restui. Mengakhiri postingan singkat versi maskulin ini, gue akan memberikan pepatah lama.
“Dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak, cuk!”


0 komentar:
Post a Comment