RSS FEED

Janjimu Hampaa~

This is Pitiful Speaking.



…..



:|



*hela nafas*



:|



*pasrah*



Jam tiga pagi, ditinggal tidur sama my love. Harusnya sih ngambek ceritanya, tapi secara umur saya udah terlalu berkumis untuk bisa meluapkan emosi-emosi anak esempe macem itu, jadi let it be lah *cih*. Kidding, tidur itu fitrah paling luar biasanya dalam bentuk rekreasi yang bisa diberikan oleh Tuhan kepada umatnya, berkah paling konsisten yang bisa lo nikmati setiap hari, dan sampah paling kompeten kalau udah menyangkut soal deadline kerjaan. Jadi gue nggak punya kapabilitias dong untuk ngelarang, atau bahkan marah ketika seseorang sedang memetik bunga tidurnya yang paling cantik? Gue juga ogah kalau dibangunin tidur hanya gara-gara ada kecoak nemplok di muka. Itu sih perang.



Ah, apa sih. Gue mau ngomongin soal janji nih. Janji is penting, kata sohib sehati setoeboe gue yang satu itu. Kalau kata yakin nggak sempat terlintas di otak ketika merumuskan sebuah janji, ada baiknya kalau-kalau batalkan aja lidah bergoyang dan bibir berjoget, hasilnya fatal, bukan hanya yang dijanjiin yang luka, tapi diri sendiri juga bakalan ketimpa rasa bersalah seberat tuyul obesitas. Seenggaknya itu dia, kalau gue? Gue menganggap janji itu sebelas duabelas sama yang namanya kutukan, in a good way, tentu. Maka kampret lah nature gue yang bergolongan darah A *nyalahin*, ada kecenderungan untuk sempurna, ada kecenderungan untuk tanpa salah, ada kecenderungan untuk selalu lurus walaupun Little John belok ke kanan. Sekalinya gue berjanji, maka nggak ada alasan buat gue untuk nggak menepati janji itu, selama syarat dan ketentuan masih berlaku.



Takut, bukan berarti nggak mau.



Elo elo kira gue nggak takut nonton horror sendirian di kamar kosan gue yang gelap gulita? Takut kalik, nggak jarang gue gigit bantal atau selimut kalau lagi nonton, kadang malah sampe nutup muka atau kuping. Huahaha, kontradiktif sama apa yang gue sampein selama ini, baik di twit ataupun langsung? Gue takut, tapi gue nggak bisa nahan kenikmatan yang nggak bisa gue dapetin dari film-film genre lain, apa itu? Boobs lebih banyak di film horor, nggak ding, emosi lebih terlibat kalau nonton genre ini, seenggaknya itu gue. Emosi takut sih.



Gue mungkin nggak bisa janji, apalagi sama madu paling manis yang satu itu, tapi gue selalu mengusahakan yang terbaik, sebaik yang gue bisa dan sekeren yang gue mampu. Dunno, mungkin gue udah terlalu banyak bicara tai banteng sampai-sampai gue ngerasa nggak pantas untuk memberikan satu-dua janji, mungkin juga karena gue terlalu takut sama masa lalu my love, nggak pengen dia inget hal-hal jelek di masa lampau, mungkin juga karena gue emang brengsek? Uu.. heavhey. Seperti yang gue bilang sebelumnya, gue bukan nggak mikirin masa depan, untuk apa pacaran kalau tujuannya hanya hari ini dan bukannya memikirkan gimana gue hidup nantinya? Sama siapa? Nikah dimana? Punya anak berapa? Oke, umur gue 20, 20 labil yang kecolek dikit bisa rontok fondasi prinsipnya. Beberapa orang mungkin gue bicara terlalu jauh, beberapa juga mungkin akan berkata kalau gue ini terlalu santai, tapi toh ini gue, kekar dan ganteng *ngek*, hidup apa adanya tapi juga berusaha untuk sampai ke tahap ada apanya, kenapa? Gue nggak mau ngasih makan anak gue pake daon singkong.



Doh, tiap nulis model begini pasti ada saatnya mentok deh.



I love you. Kalau ada satu janji yang bisa gue berikan sekarang-sekarang ini adalah. I wanna be with you, titik. Koma, dan gue mau ketemu my love lebih sering dari perencanaan awal di tahun ini.

0 komentar:

Post a Comment

Return top