This is Clover speaking.
You don’t need the detail since Cubung had introduced me sweetly :”>
I might have some difficulties writing in Indonesia since I used to made my blog seems like a dead boring International Journalism rather than a diary. And you’ll find the same exactly face if you read my real diary, papers and pen,--but you’ll regret a lot if you think I’m a boring girl, coz I don’t.
I love my boyfriend, Cubung, that walking grizzly teddy bear. With any conditional and terms, and regarding that our mutual banter used to be the sign on how we’re so connected on each other, we fall too much in pitfall of love enchanted. Hear the thud?
Starting with twitter, with those damn 140 words of blabbing, I met him. We barely met before in WordNation 2010 in Jakarta which I’d participated with all my IndoHogwarts friends. But he’s too small to grab my attention. So yeah, pardon darling. I still cant believe that I was in love with this guy coz he was a jerk. He taught me to smoke and tempted me to make an excuse—bring me back to where I had fallen—and do some cigaretting. Jerk. Dumbass jerk, and I hated him a lot to the core. As if it’s not enough, he bathed my anger with the fuel, and made those fire succesfully burned everything with jealousy, especially when I watched Bayu cuddled his arm. What a fuck. And we started having a chat, mostly by kniving words, but deep inside, I got something monsterly—enomoursly—growing deep in my heart (ciyee) but I didn’t know what it was. The result was, I couldn’t reach my sleep. I barely had troubled in getting my sober, my eyes refused to knocked off, and my brain was searching some agonizing mind inside, tried so hard to find the answer of ‘why I have these feeling toward that bastard’ until I was too sore to ask. And I realized I couldn’t help a minute without talking to him. So I made my confession, yeah, I was the first one made things happen *towel Hani*
Bored already? Haha, I’m so sorry.
I knew I couldn’t write good things, peop, I’m sorry. This blog should’ve be something more interesting, and I would stop doing this creepy-english-bitch.
…….
Kenapa ga dari tadi *plak*
Biar kerasa aura gw yang charming smart brainful dan hard to get. Kenalin, gw Nanda. Kebawa-bawa pake ‘gw’ instead of ‘saya’ karena kebiasa punya pacar anak Jakarta. Dan anehnya, saat belum jadian, panggilan itu tersebar bak ketan wijen yang disiramin ke Klepon. Tapi begitu udah jadian, entah kenapa gw ngerasa panggilan ‘gw’ terlalu labil buat didenger telinga manisnya. Kurang sopan, lagaknya, padahal gw orang Surabaya, yang nganggep sopan santun tata bahasa kek tai ikan di ujung jalan. Tapi karena blog ini jadi diary kami berdua, yang rasanya ga bakal berisi hal-hal paling intim yang sudah kami lakukan (karena gw punya diary sendiri khusus stensilan macam begonoan), yawda, berusaha pake bahasa yang santai aja.
Kelebihan dari diary elektrik kek gini, secara spacial dan timing, memang memungkinkan kami berdua tetap stay intact. Jujur, gw suka dengan tulisan Cubung, bagaimana dari paragraf ke paragraf dia bikin penikmat tulisannya tertipu, apalagi yang mikir kalo Cubung ternyata sekeren yang dipesonakan secara deskripsi (blah, tapi emang cakep kok), tapi wajar sih. Gw aja bisa jatuh cinta dengan tulisan-tulisan dia yang sepanjang 140 kata, apalagi yang sepanjang dosa. Tapi sebagus-bagusnya kami menjalin cerita, dan sekeras-kerasnya anda tertawa, ini tetap cerita kami, copyright kami, hak cipta ini dilindungi Undang-Undang Cinta. Jadi kalau mikir dari blog ini anda akan dapat inspirasi kisah-kisah keren, hehoh, coba cari link yang lain. Apalagi buat para kritikus cinta yang mengira kami cuma tebar-tebar kemesraan di dunia maya, karena sepatutnya anda lihat sendiri di dunia nyata, kami lebih mesra dari ini.
Nah, mo nulis apa lagi? *lirik jam* saatnya pulang kantor sih. Mungkin bakal lanjut ntar di rumah, tapi mau tidur dulu. Dan btw, kenapa celana jeans gw sesek di bagian perut ya. And darling, I miss you.


0 komentar:
Post a Comment